Kucoba bertutur sapa
“sedang apa kau disini?”
Ia melirikku dan berhenti menulis. Mungkin terganggu oleh pertanyaanku namun aku merasakan waktuku seolah berhenti. Ketika raut wajahnya yang sejuk tersenyum melihat kepadaku. Aku tahu aku telah jatuh cinta pada gadis ini namun aku takut, kerudung putihnya akan terkotori oleh hitamnya masa laluku.
“aku sedang menunggu” suaranya yang lembut ikhlas menjawabku. Keikhlasan yang meluluhkan hati, yang membuat angin selalu ingin menerpa halus wajahnya, yang membuat matahari terik menjadi hangat, yang membuat bulan enggan berada dibalik awan, yang membuat dedaunan rindang selalu ingin jatuh kepangkuannya.
“Bukankah kau sedang menulis ?” lanjutku
Kali ini ia menutup bukunya. Senyumnya menandakan ia menerima sapaanku.
“Tidak, aku memang sedang menunggu. Aku menuliskan sesuatu yang mungkin sedang terjadi ketika aku sedang menunggu. Sesuatu yang mungkin terlewati, yang terjadi tanpa kita ketahui. Itulah hakekat menunggu disini. Kita diam menanti, sedangkan waktu terus melangkah. Seandainya aku memiliki dua hati, kan kubiarkan satu hati menunggu disini, sedangkan hati yang lain pergi mencari keikhlasan abadi. Namun rasanya tak sanggup untuk menjaga dua hati . Menjaga satu hati saja bagaikan menjaga angin tetap dalam pangkuan”
Aku terdiam dan merasa semakin hitam. Aku ingin menjadi baik hanya karena menginginkan cinta dari gadis ini
Bukankan itu tidak ikhlas ?
Seharusnya aku menyerahkan diri kepadaNya dan menerima hukumanNya. Tidak usah aku mencari cinta yang tak pasti kujaga. Dosa-dosaku bagaikan luka yang menganga. Mengalirkan darah dengan keperihan. Aku akan mati karena dosa-dosaku. Terlalu perih bagiku untuk menutup lukaku sendiri
Seseorang harus membantuku...
Namun menutup luka dengan cinta dari gadis berkerudung ? Layakkah aku mendapatkan cintanya?
“Siapa yang sedang kau tunggu ?” lanjutku dengan wajah tertunduk. Kulihat ia berdiri, menyingkirkan dengan hati-hati daun dipangkuannya. Kemudian ia baringkan diatas rerumputan yang bersih. Betapa mulia hatinya, keikhlasannya ia berikan kepada setiap ciptaanNya. Aku sedikit berharap, bukankah aku ciptaanNya yang paling mulia ? Bukankah aku lebih mulia dari daun yang ia baringkan ? Akankah ia memberikan cintanya untuk menolongku ?
Dengan tersenyum ia menjawabku,
“Aku sedang menunggu kekasihku. Ia kelak akan menemaniku memasuki pintu surga. Namun surga bukanlah tujuanku. Tujuanku adalah keikhlasan dari Penciptaku”
Aku semakin terpuruk mendengar kata-kata gadis ini. Pastilah kekasihnya juga seorang yang mulia, Yang dapat meluluhkan hatinya, Yang juga dapat meluluhkan penjaga pintu surga.
Tak ada harapan untukku. Ingin aku segera beranjak. Meninggalkan keinginan yang tersembunyi dilangit ketujuh. Tiba-tiba ia bangkit dari duduknya. Membuka kerudung suci. Aku tidak dapat melihat apa-apa. Hanya cahaya putih terpancar dari wajahnya. Ia berikan kerudungnya untukku. Tangannya dijulurkan kepadaku seolah ingin meraih diriku
Apakah ini khayalanku ?
Kuraih tangannya yang menengadah. Dan memancarlah air suci dari jari-jarinya. Membasahi wajahku, lenganku dan kakiku. Aku merasakan ia tersenyum dan berkata
“Berwudhulah dan bersujudlah wahai lelaki yang murung. Engkaulah kekasih yang aku tunggu. Aku adalah hidayah untukmu. Aku menunggu disini memang untukmu. Aku memang diciptakan untuk lelaki yang ingin kembali kejalanNya. Namun kau tidak bisa begitu saja mendapatkan cintaku. Mintalah kepadaNya. Engkau tidak akan menjadi cengeng jika dapat menangis dihadapanNya. Air matamu akan membersihkan hatimu. Mintalah dengan hati yang berserah. Dengan izinNya, cintaku hanyalah untukmu”
Seorang malaikat muncul dihadapan kami. Menarik kami berdua ke langit keabadian. Dan taman firdaus lima menjadi hening
gadis berkerudung,!!!!!....yang berkerudung bukan hanya kepalanya saja yang di tutupi oleh sehelai kain,tetapi maknailah arti dari sebuah kerudung itu,lihatlah dia dari hatinya yang berkerudung,kau akan temukan sebuah sinar yang terpancar dari jiwanya yang memancarkan kecantikan yang abadi....... jika kau tlah bertemu dengan gadis berkerudung itu dan kau merasakan ketenangan berada di dekatnya maka berdoalah,meminta dan memohonlah kepadaNya,agar dia menjadi milik mu di dunia dan di surga nanti jadikanlah gadis berkerudung itu sebagai bidadarimu di surga nanti,....
Jangan pernah takut untuk menggapainya,Jangan pernah ada kata TAKUT yang keluar dari mulut mu,tapi terimalah karena ini kehidupan yang harus kita jalanin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar