Selasa, 10 April 2012

Could It Be... (Raisa)

Kau datang dan jantungku berdegup kencang
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama

Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama

Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had

Could it be love

Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama

Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had

Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had

Oh mungkinkah ini cinta

Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had

Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had




Apalah Arti Menunggu... (Raisa)

Telah lama aku bertahan
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti
Tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi





Senin, 09 April 2012

Cinta gadis berkerudung...

Ia kutemukan di taman firdaus lima, gadis berkerudung muslim duduk menulis buku dalam pangkuannya. Ia tak menghiraukan daun-daun kering Yang kerap tertiup angin mengganggu kakinya. Ia tak menghiraukan gemericik kolam taman dihadapannya. Ia juga tak menghiraukan aku Yang duduk menanti ia bicara.


Kucoba bertutur sapa
“sedang apa kau disini?”
Ia melirikku dan berhenti menulis. Mungkin terganggu oleh pertanyaanku namun aku merasakan waktuku seolah berhenti. Ketika raut wajahnya yang sejuk tersenyum melihat kepadaku. Aku tahu aku telah jatuh cinta pada gadis ini namun aku takut, kerudung putihnya akan terkotori oleh hitamnya masa laluku.


Haruskah Hati Menciptakan Jarak?



Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, 
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, 
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya, 
"lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"


Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, 
"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."


Sang guru masih melanjutkan, 
"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambilmemperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan..."


Sang guru masih melanjutkan, 
 "Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda."

Aku hanya ingin...

Aku hanya ingin mencintaimu tulus apa adanya.
Bukan mencintaimu dengan alasan.
Karena cinta memang tanpa alasan.

Dari sini aku memberikan apa yang kupunya untukmu.
Mencoba membangkitkan rasa itu.
Suatu waktu, berhasil.

Tapi, apa yang aku lakukan?
Apa yang aku lakukan setelah semua itu hanya datang dari satu arah?
Haruskah kodrat begitu dipegang teguh untuk saat ini?
Bodohkah diriku?

Tepat di waktu ini.
Aku merasa berada didepan tembok tinggi tak tergapai, dalam tak terlihatkan, panjang tak terbayangkan.
Buntu? Tak bergerak?
Iya.

Should i give up?

Timmy Shaun The Sheep

Timmy,seekor bayi domba dan merupakan sepupu dari Shaun. Anak yang Cute abis, imut-imut gemesin. Ibunya selalu ada untuk membuatnya tetap aman. Timmy juga ada di serial animasi Timmy Time.
Check this Timmy Crying, xixi...